Sudah Maju Namun Kurang Sarana, Yuk Kenali Lebih Jauh Tentang Desa Swakarsa

Apa Itu Desa Swakarsa

Indonesia memiliki wilayah yang luas dan tersebar dari pulau besar dan kecil. Lebih banyak daerah pedesaan daripada perkotaan. Desa tidak selalu berarti terpelosok dan serba kekurangan. Ambil contoh desa Swakarsa, tempat yang memiliki banyak potensi untuk berkembang namun memiliki beberapa kendala baik dari segi SDM maupun pendanaan.

Apa Itu Desa Swakarsa?

Terdapat beberapa tahapan desa yang maju. Mulai dari desa swadaya yang tradisional sampai desa swasembada yang maju. Diantaranya adalah desa Swakarsa dan Swakarya. Desa Swakarsa adalah gambaran umum desa-desa di Indonesia.

Kebudayaan tradisional tidak terlalu mengikat dan mulai menggeliat di berbagai sektor yang berpotensi untuk dapat berkembang. Namun desa tersebut masih terhalang dari berbagai hal, sehingga belum dapat maju secara pesat. Lalu bagaimana kita mengetahui ciri-cirinya? Berikut adalah ulasan singkatnya.

Ciri – Ciri Desa Swakarsa di Indonesia dan Contohnya

Kemajuan suatu desa dilihat dari penduduk, sarana prasarana serta pendapatan daerahnya. Desa Swakarsa memiliki penduduk yang merasakan bangku sekolah, walau tidak tinggi, memiliki beberapa sarana umum dan pendapatan desa yang masih minim. Berikut adalah ciri-ciri desa yang masih Swakarsa dan contoh daerahnya di Indonesia.

1. Memiliki Kesadaran Pentingnya Pendidikan

Masyarakat mulai memahami pentingnya pendidikan. Penduduk desa mulai bersekolah dan mengikuti program pendidikan yang diatur oleh Pemerintah. Walaupun demikian tingkatannya baru tingkat dasar. Beberapa desa hanya memiliki satu atau dua sekolah dasar negeri saja.

Untuk pendidikan lanjutan seperti SMP dan SMA ada di desa-desa tetangga yang perkembangannya jauh lebih maju. Walaupun demikian rata-rata penduduk berpendidikan sampai SD. Hal ini dapat dilihat beberapa desa di Kalimantan Barat seperti Tempapan Hulu, Ratu Sepudak, Tri Kembang dan Teluk Pandan di Kalimantan Barat.

2. Masih Dipengaruhi Adat Istiadat

Indonesia memiliki banyak desa dan daerah yang dipimpin oleh kepada adat dan suku. Desa Swakarsa masih dipengaruhi oleh adat setempat walau tidak seketat sebelumnya. Pimpinan adat merangkap ganda sebagai pimpinan dalam pemerintahan seperti kepala desa atau ketua RT.

Contohnya adalah desa Nalahia di Nusalaut, Maluku Tengah yang dipimpin oleh raja layaknya kepala desa. Bila raja belum terpilih maka jabatan akan diserahkan pada pejabat negeri.

3. Pekerjaan Sekunder

Desa Swakarsa adalah desa peralihan dari mengambil dari alam menjadi mampu untuk mengolahnya. Penduduknya tidak hanya bertani atau beternak saja. Memakai teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi mulai dilakukan.

Contohnya adalah kecamatan Lendah yang terdiri dari enam desa yang semua tergolong sebagai desa Swakarsa. Ada desa Wahyuharjo, Bumirejo, Gulurejo, Ngentakrejo dan Jatirejo. Desa-desa ini berada di Provinsi DIY Yogyakarta.  Masyarakat ada yang jadi pengrajin batik, mengolah penganan ringan, mendalami seni budaya dan masih banyak lagi.

4. Jumlah Penduduk Sedikit

Hal yang paling mudah diketahui bahwa suatu desa termasuk desa Swakarsa adalah jumlah penduduknya. Bila perbandingan wilayah dan penduduknya per km hanya sekitar 35 – 40 jiwa per km. Ini menandakan bahwa desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang sedikit dan mempengaruhi kemajuan desanya.

Contohnya adalah desa Sijang di Kalimantan Barat yang memiliki kepadatan penduduk sekitar 38 jiwa/km. Sementara desa Buduk Sempadang memiliki hanya sekitar seribuan penduduk dengan kepadatan 13 jiwa/km.

5. Fasilitas Sarana Prasarana Masih Kurang

Sebagai desa peralihan dari kehidupan tradisional, desa swakarsa masih memerlukan bantuan pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana seperti jalan, transportasi dan layanan publik. Beberapa desa mulai memiliki puskesmas, sekolah, tempat peribadatan dan lain sebagainya.

Seperti desa Sijang di Kalimantan Barat yang memiliki 5 masjid dan 3 surau, ada beberapa SD dan juga SMP dan SMA. Selain itu ada desa Seranggam di Kalimantan Barat yang juga memiliki beberapa bagunan sekolah, fasilitas jalan, dan program Posyandu serta Keluarga Berencana.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Desa Swakarsa berikut ciri serta contoh desa di Indonesia. Kemajuan desa didukung oleh berbagai aspek, mulai dari masyarakatnya, sarana serta peran serta pemerintah. Hanya dengan menggabungkan semua hal tersebutlah kemajuan berarti benar-benar dapat dilaksanakan. Sehingga desa Swakarsa dapat lebih maju, bisa jadi desa Swakarya atau langsung jadi desa Swasembada.