Tujuan Pembangunan Daerah Adalah Jadi Desa Swasembada, Apa Saja Cirinya?

Tujuan Pembangunan Daerah Adalah Jadi Desa Swasembada

Perkembangan desa dilakukan dengan harapan penduduk, perangkat pemerintahan dan sumber daya alam dapat menghidupi desa tersebut, bahkan bila perlu dapat membantu daerah sekitarnya. Inilah yang dinamakan Desa Swasembada, tempat yang berkecukupan dengan pengelolaan potensi yang terdapat di wilayahnya. Berikut adalah ulasan singkatnya.

Ciri dan Contoh Desa Swasembada

Kehidupan di desa yang sudah Swasembada dinamis dan dapat dikatakan mirip dengan daerah perkotaan yang modern. Keanekaragaman main dari mata pencaharian, pendidikan, sarana, industri menjadi ciri khas dari desa Swasembada. Berikut adalah ciri-cirinya beserta contoh desa Swasembada di Indonesia.

1. Mengalami Pemekaran

Desa yang berhasil dibangun di berbagai aspek kehidupan akan menarik penduduk untuk datang bermukim. Desa yang berdekatan juga akan berminat untuk mengadopsi kesuksesannya. Oleh karena itu desa swasembada kerap mengalami pemekaran wilayah yang menyebabkan daerahnya jadi jauh lebih luas.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa desa di Indonesia yang setelah dinobatkan sebagai desa Swasembada, tak lama kemudian mengalami perluasan wilayah. Desa Pusakasari, Ciamis dimekarkan Tahun 1982 dari desa induknya yakni Desa Buniseuri. Contoh lain adalah desa Sakra Barat yang merupakan pemekaran dari Sakra, Lombok Timur. Desa ini dijadikan ibu kota kecamatan karena dinilai pertumbuhannya paling maju dibandingkan desa sekitarnya.

2. Mata Pencaharian Beragam

Masyarakat di desa Swasembada tidak hanya bertani atau beternak saja. Bukan hanya menghasilkan produk, namun juga sudah menawarkan berbagai jasa. Pekerjaan tidak sebatas mata pencaharian primer, namun sudah berkembang menjadi primer dengan pemanfaatan teknologi.

Contoh desa Swasembada dengan masyarakat yang memiliki pekerjaan beragam termasuk Desa Nisombalia di Sulawesi Selatan berada di pesisir pantai, jadi pekerjaan umum warganya adalah nelayan, beternak, bertani, usaha tambak, pedagang atau bekerja di pemerintahan. Selain itu ada desa Arjowilangun di Malang yang penduduknya selain jadi petani dan peternak juga banyak yang menjadi TKI atau pedagang.

3. Fasilitas Umum Memadai

Jalan yang beraspal menjadi sarana untuk meningkatkan pariwisata, industri, pendidikan dan masih banyak lagi. Untuk desa Swasembada, fasilitas tersebut sudah ada dan berfungsi dengan baik. Jadi dapat bepergian ke daerah lain dengan mudah dan dikunjungi oleh pendatang atau wisatawan yang mendukung munculnya berbagai mata pencaharian.

Contoh desa Swasembada dengan jalur transportasi memadai adalah desa Pesantren, Tambak. Jalan desa menghubungkan dengan kota kecamatan terdekat dan kerap dijadikan sebagai jalan pintas ke beberapa objek wisata sekitar.

4. Masyarakat Beragam

Bila disuatu daerah mulai banyak masyarakat pendatangnya, maka dapat dikatakan desa tersebut adalah desa Swasembada. Bukan hanya terdiri dari satu suku setempat saja namun terdiri dari beberapa suku.

Seperti yang terjadi di Arjowinangun, Malang dimana ditemukan suku Osing yang merupakan penduduk asli dan keturunan China, Madura, Jawa, Osing dan bahkan Kalimantan. Contoh desa Swasembada dengan masyarakat beragam lainnya adalah Partisipasi masyarakatnya sudah lebih efektif.

5. Partisipasi Masyarakat

Ciri desa Swasembada lainnya adalah partisipasi warga dalam membangun desa.  Desa yang memiliki pengelolaan cukup baik akan dapat membuat sarana dan prasarana sendiri tanpa harus mengandalkan bantuan Pemerintah atau swasta. Hal ini dapat dicapai dengan adanya pimpinan desa yang dapat meningkatkan perkembangan desa menjadi swasembada.

Misalkan desa Kayuuwi, Minahasa yang punya gedung serbaguna sendiri dan pengelolaan baik untuk kegiatan umum maupun personal. Desa Dako Pamean, Tolitoli yang memiliki perangkat pemerintahan lengkap yang didukung oleh masyarakat setempat. Disana hampir semua BPD, LMD, puskesmas, posyandu dan PKK, ada di tiap desa dan bergerak secara aktif.

Itulah pembahasan mengenai desa swasembada beserta ciri-cirinya. Kami juga menyertakan contoh desa Swasembada yang ada di tanah air sebagai gambaran mengenai seperti apa desa yang sudah Swasembada. Apakah daerah tempat tinggalmu termasuk juga? Coba perhatikan tanda-tandanya yang sudah dibahas di atas.